Saturday, March 1, 2014

Curahan Rasa 8: Tertunduk Malu

 

"Tertunduk Malu"

Dongak ke langit...
Awan khusyuk bertasbih...
Lantas teringat...
"Janganlah bersedih"...

Hati tersentuh melihat...
Awan membentuk tangan...
Lantas akal bersilat...
Memutuskan angan-angan...

Tangan meminta...
Lidah memohon...
Ya Tuhan Maha Pencipta...
Hanya kepada Engkau aku memohon...

Keluarkan dari hatiku makhluk bernama dunia...
Letaklah ia di tanganku...
Agar dapat kulepaskan ia...
Bila ia menggodaku...

Ya Allah Ya Tuhanku...
Ingin hatiku hanya untukMu...
Temanilah aku dalam perjalananku...
Bermusafir menuju kehadratMu...

"Hehehe" Alam ketawa melihatku...
Mencari cari apa di dalam...
Rupanya alam sudah terpukau...
Dia-lah Tuhan Semesta Alam...

Terpeluang kembali...
Menyusuri jalan pulang kpd Tuhan...
Bersisakan hidup ini...
Terlambat dalam kedatangan...

Yang tidak bergantung itulah awan...
Tunjukkan aku tentang permohonan...
Malunya kepada Tuhan...
Kerna Dia sentiasa di hadapan...

Kini hati mengerti...
Tertunduklah malu...
Pesan awan terpatri di hati...
"Sebelum mati kenali lah Tuhanmu"...

Awan Bentuk Tangan Menadah, Petang di Putrajaya - 14 Feb 2014

Nukilan: Kun Musafir Maya

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
/* kun tambah radar